Menjadi remaja berprestasi tentu merupakan keinginan semua remaja. Prestasi baik di bidang akademik mau pun non akademik. Banyak orang bilang bahwa waktu remaja adalah waktu emas. Semangat yang masih tinggi dan kekuatan fisik yang masih mumpuni membuat remaja tidak punya alasan untuk tidak memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya.
Prestasi tidak harus melulu soal piagam, piala, atau pun sertifikat juara. Prestasi dapat diraih dengan cara apa pun dan dalam bentuk apa pun. Misalnya seorang remaja yang suka musik, ia berhasil menulis lagu sendiri. Itu juga merupakan prestasi, bukan? Ada juga seorang remaja yang suka merakit mesin, ia berhasil membuat motor rakitan sendiri. Itu juga merupakan sebuah pencapaian, bukan?
Prestasi di sini dapat diartikan sebagai sebuah pencapaian, bukan cuma kemenangan. Prestasi tidak hanya soal lomba, olimpiade, dan kejuaraan, melainkan tentang sebuah pencapaian positif yang bisa kita banggakan.
Terkadang, remaja yang memiliki bakat terpendam sudah patah semangat terlebih dahulu karena tidak didukung oleh orang-orang di sekitarnya, terutama orang tuanya. Orang tuanya menuntut ia untuk meraih prestasi akademik berupa nilai bagus, sertifikat juara, dan sebagainya. Padahal kemampuannya di bidang musik sangat bagus.
Untuk dapat menggali kemampuan dalam diri, tidak hanya dibutuhkan keinginan dari diri sendiri saja, melainkan juga dukungan dari orang-orang sekitar. Kerja keras dan keinginan yang tinggi pasti tidak akan mengkhianati hasil. Yang penting hanya satu: jangan malas.
Ajeng Putri Yuwono
1906321020
TGP PB 5C
www.pnj.ac.id
Comments
Post a Comment